About
Assalamu’alaikum….
Saya, Arif Kurniawan, adalah lulusan Fakultas Biologi UGM pada bulan Pebruari 2006. Konsentrasi saya adalah di bidang Bryologi, salah satu cabang Biologi yang mengkhususkan kajiannya pada Bryophyta (Kelompok Tumbuhan Lumut). Saya meraih sarjana di bidang Biologi dengan judul skripsi: “Lumut Epifit Bryopsida dan Distribusinya pada Musim Kemarau di Hutan Wisata Plawangan, Gunung Merapi”. Sebelumnya saya juga pernah melakukan berbagai penelitian dengan objek yang sama, salah satunya adalah yang saya kerjakan di Lereng Selatan Gunung Lawu pada tahun 2004. Saya memang menyukai penelitian lapangan dan juga di bidang taksonomi tumbuhan, terutama tumbuhan lumut. Secara lebih luas, saya menyukai kajian di bidang keanekaragaman hayati dan juga ekologi.
Sebagai seorang biolog, saya ingin menekuni penelitian di bidang lumut (bryologist). Bagi saya, tumbuhan lumut adalah objek kajian yang sangat menarik dan menantang. Saya katakan menarik karena tumbuhan yang berukuran relatif kecil dan sering kali tidak diperhatikan orang itu, ternyata memiliki peran yang sangat penting di dalam ekosistem. Contohnya adalah peran komunitas lumut epifit yang dapat meningkatkan kemampuan hutan mengikat air (water holding capacity). Subhanallah, hebat bukan? Selain menarik, penelitian di bidang Bryologi juga menantang karena sampai saat ini belum ada para biolog di Indonesia yang mengkhususkan kajiannya pada dunia tumbuhan kecil tersebut. Padahal, di Indonesia, lumut merupakan tumbuhan yang memiliki keanekaragaman yang tinggi dan tentu saja memiliki potensi yang besar–yang kalau tidak segera dikaji bisa jadi akan segera punah akibat perusakan hutan yang semakin parah di negeri ini, mengingat lumut adalah komunitas yang rapuh (vurnerable). Karenanya, melalui blog ini saya juga senantiasa mengajak para pemerhati lingkungan, terutama para pakar yang terkait dan memiliki ketertarikan dengan dunia lumut, untuk kita saling berbagi informasi dan gagasan, maupun kerjasama penelitian. Insya Allah, saya akan menanggapinya dengan senang hati.
Sebenarnya saya ingin bekerja sebagai peneliti lumut di LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), tetapi rupanya sampai saat ini kesempatan tersebut belum ada. Saat ini saya tidak bekerja, alias menganggur. Yach, lumayan juga menikmati gelar PNS (Pengangguran Ning Sarjana)
. Sebagai lulusan Fakultas Biologi dengan gelar Sarjana Sains (S.Si), saya senantiasa berusaha mempertahankan idealisme dengan memilih pekerjaan yang relevan dengan background keilmuan. Saya pernah apply lamaran di research centre sebuah perusahaan nasional di bidang farmasi, tetapi –alhamdulillah– tidak diterima karena background saya memang tidak sesuai dengan yang diinginkan perusahaan tersebut. Saya juga pernah apply lamaran untuk menjadi dosen biologi di beberapa universitas swasta, tetapi rupanya juga belum ada kesesuaian requirement mereka, sehingga saya juga tidak diterima.
Saya menyadari bahwa dengan gelar pendidikan S1, saat ini, memang sulit untuk mendapatkan pekerjaan sebagai dosen. Apalagi UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen menyaratkan pendidikan minimal dosen adalah S2 dan untuk guru adalah S1. Merasa tidak mampu untuk membiayai pendidikan S2, saya kemudian mengambil Pendidikan Profesi Keguruan melalui Program Akta IV di FIAI UII. Dan saat ini saya sedang menyelesaikan program tersebut. Memang pada akhirnya saya mengambil jalan yang agak melenceng dari cita-cita sebagai ilmuwan. Tetapi bagi saya, memang itulah jalan yang harus saya lalui. Namun demikian, sampai saat ini cita-cita dan semangat yang tinggi tersebut masih tetap berkobar di dalam jiwa ini. Paling tidak –dalam pandangan saya–,jika saya menjadi guru Biologi, saya akan dapat mengamalkan ilmu saya dan mendidik murid-murid saya untuk memahami dan mencintai Biologi. Dan apabila ada kesempatan untuk menjadi peneliti, tentu saya akan segera mengambil kesempatan tersebut. Bagi saya, pada hakikatnya seorang peneliti itu juga merupakan seorang guru? Artinya adalah seseorang yang memiliki profesi di bidang penelitian juga memiliki kewajiban moral untuk menyampaikan hasil penelitiannya kepada masyarakat. Jadi, menjadi peneliti pada intinya juga menjadi seorang guru bagi masyarakat.
Selain itu, saya juga memiliki minat yang tinggi untuk menulis. Karenanya, saya berencana untuk menulis buku-buku tentang Biologi, khususnya di bidang Bryologi. Saya pernah menjadi editor buku pelajaran Biologi SMA di sebuah penerbit. Setelah tidak bekerja sebagai editor, saat ini saya sedang menulis buku serupa, dengan harapan dapat memberikan sumbangsih bagi perkembangan Biologi di Indonesia, dimulai dari buku-buku pelajaran Biologi yang bermutu, yang aktual dan kontekstual.
Secara singkat, apa yang ingin saya sampaikan tentang saya adalah bahwa saya adalah seorang manusia yang memiliki ketertarikan untuk menjadi ilmuwan, terutama bryologist. Dalam usaha mewujudkan idelisme tersebut saya senantiasa berusaha untuk senantiasa bekerja dalam ruang lingkup keilmiahan. Saya juga memiliki keterpangilan hati untuk menjadi seorang pendidik, baik sebagai guru, dosen, maupun penulis buku-buku Biologi (scientific writter). Rasulullah SAW pernah bersabda: “Sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain” ? Dan saya berharap semoga sedikit ilmu saya tentang Biologi, terutama Briologi, akan dapat memberikan manfaat bagi sesama. Semoga Allah senantiasa memberikan petunjuk dan membimbing diri ini untuk istiqomah di jalan yang diridhoiNya. Amin.
Kepada para pembaca, saya ucapakan selamat jika anda menemukan weblog ini. Mungkin agak berbeda dengan blog-blog yang sudah lain, tetapi harapan saya semoga apa yang saya usahakan ini memberi manfaat. Fastabiqul khoirot, mari kita berlomba dalam kebaikan.
Wassalamu’alikum….
15 Tanggapan sejauh ini »
RSS Komentar · URI Lacak Balik
ambar berkata,
Mei 20, 2007 @ 5:14 am
hai, thanks dah mampir ke blog ku.
oya, workshop kmrn terpaksa aku tinggalin krn ada panggilan mendadak dr rmh.
aniwei,thanks atas infonya. iy’s a nice blog..:-)
chick berkata,
September 15, 2007 @ 8:26 am
q mw mnt tlg nee….
q dpt tgs dr dosen sruh bwt kliping bebas, asal ad kaitanny ma biologi…
please bntu q cri judul yg keren dunkz…
krim ja ke almt e-mail q yawh
thx b4
noviadi berkata,
September 17, 2007 @ 5:42 pm
AsW..
Mas saya minta tolong, judul skripsi mengenai tumbuhan paku enaknya apa ya yang ada sangkut pautnya dengan bidang ekologi.
Thank’s b4…
WsM…
Khadijah berkata,
Oktober 18, 2007 @ 4:07 am
Assalamu’alaikum…
Saya dari MAlaysia.Saya pelajar bacelor sains Biologi…
Boleh saudara sertakan info tentang paku-pakis pada saya…
Apa-apa sahaja…
Syukran…
Kanzul Fikri, SMA Negeri 7 Yogyakarta berkata,
April 2, 2008 @ 1:54 pm
Pak tolong bantu kami tentang penelitian kami yaitu tentang jumlah lumut yang berbeda di dua tempat yang berbeda.apakah bapak bersedia?
bantuan dapat dikirim melalui e-mail ini! f.kanzul@yahoo.co.id
ikka damayanti berkata,
April 22, 2008 @ 8:15 am
slm knl…………….
alow, nehq mo mint bntuan gt..tollg dong pak ksihq judul skripsi yg agak keren dlm istilah biologi gt tntang tumbuhan langka diwilayah pantai,,sblomna mkacihhh!!!!!
Wulan berkata,
Mei 11, 2008 @ 3:23 pm
Assalamu’alaikum…
Mas, aQ mw minta bantuan bwt nentuin masalah untuk proposal skripsi mengenai pertumbuhan tanaman dong. Matur nuwun ya…
Wassalamu’alaikum
ranti berkata,
Mei 27, 2008 @ 4:19 am
Assalamu’alaikum…
wah ternyata anda kakak angkatan saya ya..
kebetulan sekali, saya juga sekarang sedang mengambil mata kuliah briologi..
dan kebetulan sekarang saya sedang membuat laporan ekologi lumut, sedang mencari bahan.
indra berkata,
Juli 2, 2008 @ 4:48 pm
saya sedang ada penelitian identifikasi lumut di gunung pesawaran propinsi lampung, tapi kurang literaturnya n kunci determinasinya bisa minta info saya harus cari dimana?
arie berkata,
Oktober 18, 2008 @ 3:58 am
hallo,
saya seorang biolog lulusan universitas hohenheim di jerman
waktu study di jerman, saya ada belajar tentang lumut, dan pernah juga bikin thesis tentang lumut sebagai bioindikator terhadap polusi udara di “Streuobstwiese” (Orchard), tapi nggak selesai
final thesis saya tentang Robinia (Black locust) sebagai neophyta di jerman
memang bryology dimana mana juga jarang diminati, padahal kalo yang udh pernah mendalami, pasti deh bakal takjub
sekarang saya masih buta nih bagainmana keadaan ilmu di indonesia, sejauh apa, terutama di bidang sistematik (kunci indentifikasi) dan ekologi (vegetation mapping)
harap kita bisa sharing
bunda uqifaiz berkata,
April 6, 2009 @ 9:59 am
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Saya tertarik dengan judul skripsinya Mas. Boleh Saya minta dikirimin softcopynya ? rencana saya mau penelirian lumut epifit di kawasan karst Sumatera Barat.Tks Mas. wass
nety yustia berkata,
Juni 11, 2009 @ 6:20 am
Hallo…
.
saya dapat tugas ne.. dri ScuLL bwt bkn REferensi tentang LUMUT SEBAGAI BIOINDIKATOR ….
.
bZa BNtu’n Sya 9a Neeee….
LEZZZZ…..
dian apriana berkata,
Agustus 1, 2009 @ 6:20 am
aslm… saya dian mahasiswa biologi IPB,, setelah sya baca blog ini saya jadi inget sama penelitian saya. kebetulan penelitian sya tentang lumut jg tapi spesifik untuk lumut hati (Liverwort) yang ada di Kebun Raya Bogor…mas saya mw tanya, merasa kesulitan ga wktu penelitian lumut?
nurul berkata,
Agustus 29, 2009 @ 5:11 am
oke mas arif keep fighting.Pak heri sering crita soal mas lho (tapi emang pak bos tuh suka ngobrol soal mantan bimbingannya deng). kemaren aku bis sminar lumu juga.aku tertarik pengen budidaya lumut alternatif spaghnum mas, biar petani anggrek ga ketergantungan ngimpor terus.ada info kirim ke emailku y mas.
Jul Hasratman berkata,
Oktober 5, 2009 @ 5:55 am
Ikatan Sarjana Sains Indonesia? Ada gak Pak?