Ada artikel menarik di Harian Kompas 25 Nopember 2006. Judulnya sangat menggelitik, yaitu: “Ilmuwan Indonesia, Jago Kandang atau Pohon Pisang?” Ini merupakan salah satu bukti bahwa ilmuwan di Indonesia belum mampu menunjukkan sikap profesional, terutama keberanian unjuk gigi di forum ilmiah internasional. Mungkin Banyak di antara mereka yang berprestasi di tingkat dunia, tetapi setelah itu kemudian mandeg begitu saja. Persis seperti pohon pisang, karena bunganya bersifat aksiler monocarpi, jika berbuah hanya sekali dan setelah itu mati. Karenanya sangat wajar apabila sampai saat ini posisi ilmuwan belum mendapatkan hati di masyarakat. Mungkin karena para ilmuwan sendiri masih beranggapan bahwa profesi mereka hanyalah sekedar pekerjaan, sehingga mereka melakukan penelitian hanya bila ada proyek saja, bukan sebagai sebuah ungkapan kecintaan terhadap ilmu. Lantas, bagaimana dengan pemerintah? Sudah seharusnya pemerintah memberikan perhatian yang besar terhadap dunia penelitian di Indonesia, bidang yang sangat penting bagi kemajuan bangsa ini.
Bagaimanakah Sosok Ilmuwan kita?
2 Tanggapan sejauh ini »
RSS Komentar · URI Lacak Balik
Toms berkata,
Januari 31, 2007 @ 5:40 am
Baguslah kl gt
ivanda berkata,
Juni 4, 2009 @ 4:21 am
sayang yah kalo label ilmuan yang seseorang terima tdk bisa diterapkan so itu semua buat apa
maaf yah jika tersinggung
jangan marah